Menu

Xiaomi Menjadi Ancaman Dengan Meluncurkan Pocophone F1

0 Comments


Setelah disinyalir akan menciptakan divisi baru, pada kesudahannya Xiaomi (Global) mengenalkan Poco sebagai sub brand produk mereka. Layaknya apa yang Huawei kerjakan dengan menghadirkan divisi Honor guna produk-produk low-mid class budget smartphonenya maka Xiaomi menghadirkan Poco sebagai divisi yang bakal menunggangi produk-produk high class budget smartphone. Dalam definisi divisi baru Xiaomi Poco bakal membawakan produk-produk smartphone dengan spesifikasi tinggi tetapi ramah kantong.

 

PocophoneF1 By Xiaomi

PocophoneF1 By Xiaomi

 

Menurut https://otomax.id/ rumor prihal itu terus berkembang dan benar saja pada kesudahannya Poco mengklarifikasi kabar tersebut dengan menghadirkan seri Pocophone F1. Dan tepat pada tanggal 27 Agustus 2018 kemudian Pocophone F1 secara sah diperkenalkan untuk publik di 65 negara, salah satunya di Indonesia melewati Poco Indonesia.

Sebagai high class budget smartphone Pocophone F1 muncul dengan spesifikasi yang terbilang mumpuni. Dapur pacunya dibekali processor Snapdragon 845, RAM 6GB, ROM 64GB/128GB, kamera depan 20MP, kamera belakang dual camera 12MP/5MP, dan batere sebesar 4000 mAh, serta sejumlah fitur yang dipunyai layaknya smartphone-smartphone ruang belajar premium. Gilanya smartphone ini dibanderol dengan kisaran harga mulai dari 4,5 juta s.d 5 juta saja, sementara 5,2 juta guna tipe armour edition (body belakang berbahan kevlar).

Harga yang relatif oleng berbanding dengan spesifikasi mumpuni yang dipunyai oleh Pocophone F1 sekilas tidak masuk akal tetapi paling menggoda. Kekurangan dari kualitas layar 6,18 inch yang masih memakai jenis IPS LCD dan body belakang yang memakai bahan polycarbonate, Pocophone F1 ingin terlihat meminimalisir sejumlah bagian yang kiranyabisa dimaklumi guna memangkas harga smartphone ini dan memfokuskannya ke sisi performa.

Kemudian UI (User Interface) dari Pocophone F1 memakai Poco launcher (serupa Android Launcher Stock ROM), urusan yang sama sekali bertolak belakang dengan produk smartphone Xiaomi Mi/Redmi dengan basis MIUI.

Poco juga merelease apps Poco Launcher untuk mereka yang hendak merasakan laksana apa UI yang Pocophone F1 bawakan, apps ini mulai akan terdapat di Play Store Android pada 29 Agustus 2018 (untuk regional Play Store Indonesia belum diketahui).

Antusiasme publik terhadap produk ini begitu besar, bahkan Pocophone F1 diapresiasi oleh beberapa reviewer ternama sebagai “flagship smartphone killer”. Lantas yang menjadi pertanyaan terbesarnya merupakan bagaimana ketersediaan produk ini di pasaran nantinya khususnya pasar smartphone di Indonesia?

Debut Pocophone F1 di Indonesia memang baru bakal dimulai kelak pada tanggal 30 Agustus 2018 melewati flash sale di suatu toko online. Namun bayangan tak sebandingnya stok produk Pocophone F1 yang dipasarkan dengan tingginya penggemar produk ini memungkinkan predikat “hape ghoib”bakal disandingkan untuk Pocophone F1 layaknya nasib produk smartphone Xiaomi sebelum-sebelumnya.

Publik pun sudah mempersiapkan julukan “Poco(ng)phone” andai apa yangditebak terjadi kelak, sebuah format rasa kekecewaan yang dilandasi rasa frustasi diakibatkan tidak menemukan produk yang diharapkan maupun sikap bullying semua fanboy produk pesaing.

Jika mengacu pada strategi market yang Poco Indonesia lakukan, nampaknya tidak bakal jauh-jauh dengan laksana apa strategi market yang Xiaomi lakukan. Mereka nampaknya akan konsentrasi mempromosikan produk Pocophone F1 ini melewati kanal media online dan dijual melalui toko online yang di anggap mempunyai aspek strategis dan efisiensi biaya.

Sayangnya strategi market laksana ini malah menjadi ladang permainan segelintir pihak yang memanfaatkan tingginya animo publik terhadap produk dimana mereka akan mengerjakan aksi ambil untung dengan mendongkrak harga dari harga jual yang resmi.

Untuk sedangkan ini strategi itu pun menjadi angin segar terutama untuk para produsen-produsen smartphone pesaing yang menikmati ancaman produk ini bisa menggoncang penjualan produk mereka seandainya dapat berkurang.

Dengan harga yang relatif tercapai dan dibekali spesifikasi mumpuniuntuk menunjang performa maka jelas Pocophone F1 adalahsebuah ancaman yang butuh diwaspadai.

Mereka semua pemakai yang tak terlampau mementingkan aspek serba wah yang dipunyai smartphone premium pada umumnya pasti akan melirik produk ini sebagai pilihan pilihan untuk menghemat isi kantong.

Hadirnya divisi Poco di Indonesia seolah menandakan pelan tapi tentu Xiaomi di Indonesia secara konsisten terus menerus melebarkan sayapnya untuk mensupport lini penjualan mereka dan tidak tak dapat dalam sejumlah tahun kedepan eksistensi Xiaomi dapat meraih singasana sebagai penguasa pasar smartphone di Indonesia. Demikian tulisan Penulis, minta maaf apabila ada kelemahan dikarenakan kelemahan milik Penulis pribadi. Terima kasih.

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *